Minggu, 01 Mei 2016

ETIKA TEKNOLOGI INFORMASI



KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis panjatkan kehadiratnya, atas terbitnya makalah ini.Penulis sengaja memilih judul ''Aplikasi TI Untuk Sejarah'' karena kemajuan teknologi informasi dan komputer begitu pesatnya, namun masih sedikit makalah ini yang membahas tentang dasar-dasar teknlogi informasi hingga pada teknologi terbaru.
            Makalah  ini diharapkan akan sangat bermanfaat bagi pembaca terutama untuk pembelajaran mahasiswa,yang sedang atau ingin mengetahui konsep dasar etika komputer dan perannya. Dengan membaca makalah ini dapat dijadikan sebagai dasar atau ''pondasi'' untuk mempelajari ilmu yang baik yang berhubungan dengan komputer atau yang lainnya lebih lanjut. Materi yang disajikan akan memberikan kemudahan dalam mengilustrasikan isi yang dimaksud dalam sebuah penjelasan.
            Tentang makalah ini, penulis mengharapkan saran dan kritik pembaca untuk menyempurnakan materi yang ada. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.













                                                                                                           

DAFTAR ISI
Kata Pengantar................................................................................................................... i
Daftar Isi........................................................................................................................... ii
BAB 1. Pendahuluan ....................................................................................................... iii
Pembahasan....................................................................................................................... 1
1.      Etika Pemanfaatan Teknologi inforasi................................................................... 1
2.      Etika Penggunaan Teknologi Informasi................................................................ 3
Kesimpulan ....................................................................................................................... 5
Daftar isi............................................................................................................................ 6













BAB I
PENDAHULUAN

            Pada dewasa ini, kebutuhan teknologi informasi menjadi hal yang paling utama dan mendasar dalam khidupan manusia, mengapa demikian? Perkembangan kehidupan manusia pada saat ini sudah sangat maju dibandingkan dengan kehidupan mas lalu. Segala aktivitas kehidupan setiap orang menjadi semangkin ringan dengan ditemukannya pengetahuan tentang teknologi.
            Dalam perkembangannya, teknologi telah mengubah pola hidup manusia.Komputer menjadi bagian yang sangat penting dalam mendukung perkembangan teknologi yang sangat cepat pada saat ini. Keberadaan komputer sendiri itu sendiri tidak akan banyak pengaruh kalau tidak didukung dengan hardware (perangkat lunak) dan Braiware (sumber daya manusia) yang memadai.
            Pada saat ini telah menggunakan beberapa software yang telah membantu kita dalam bekerja ataupun dalam belajar.Ada baiknya kalau tidak hanya dapat menggunakan tetapi juga mengenal tentang seluk beluknya.Manfaat dan dampaknya bagi kehidupan manusia pelajari lebih dalam untuk menambah pengetahuan kita. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca 








BAB II
PEMBAHASAN

1.   Etika Pemanfaatan Teknologi Informasi

A.  Dampak Pemanfaatan Teknologi Informasi
Didalam organisasi modern, dan dalam bahasan ekonomis secara luas, informasi telah menjadi komuditas yang sangat berharga, dan telah berubah dan dianggab sebagai sumber daya habis pakai, bukannya barang bebas.Dalam suatu organisasi perlu dipertimbangkan bahwa informasi memiliki karakter yang multivalue, dan multidimensi.Menurut teori sistem, informasi memungkinkan kebebasan bertindak, mengendalikan pengeluaran, mengefisiensikan pengalokasian sumber daya dan waktu.Sirkulasi informasi yang terbuka dan bebas merupakan kondisi yang optimal untuk pemanfaatan informasi.
Selain dampak positif dari kehadiran teknologi informasi pada berbagai bidang kehidupan, pemakaian teknologi informasi juga mengakibatkan atau menimbulkan dampak negatif  bagi pengguna atau pelaku bidang teknologi informasi itu sendiri, dan maupun bagi masyarakat luas yang secara tidak langsung. Sudah barang tentu dampak positif dari pemakaian teknologi informasi merupakan dambaan dari semua masyarakat baik yang berkecimpung maupun tidak dibidang teknologi informasi untuk memberikan nilai tambah berupa pemberian bantuan aktivitas manusia yang semakin mudah, cepat, akurat.Untuk melihat dampak positif pemanfaatan bidang teknologi informasi.
Selain dampak positif berupa keuntungan dari pemanfaatan teknologi informasi, sangatlah tidak realistic bila mengasumsikan bahwa teknologi informasi tidak menimbulkan permasalahan dalam penerapannya.I Made Wiryana, pakar teknologi informasi indonesia, memberikan pendapat bahwa potensi-potensi kerugian yang disebabkan pemanfaatan teknologi informasi yang kurang tepat menimbulkan dampak-dampak sebagagai berikut:


·         Rasa ketakutan. Banyak orang mencoba menghindari pemakai komputer, karena takut merusakkan, kehilangan kendali, atau secara umum takut menghadapi suatu yang baru. Hal ini ditambah oleh perilaku beberapa sistem misalnya sistem komputer yang sangat rentan atau mudah hank tanpa adanya penjelasan yang logika. Sehingga ketakutan akan kehilangan data, atau harus menginstalasi ulang sistem program menjadikan pengguna makin memilih rasa ketakutan ini.
·         Keterasingan. Pengguna komputer cenderung mengisolasi dirinya, dengan kata lain menaiknya jumlah waktu pemakaian komputer, akan juga membuat mereka makin terisolasi. Pada beberapa komunitas walaupun terisolasi secara fisik tetapi justru timbul kedekatan rohani di antara mereka. Memang suatu kontraliksi yang terjadi misalnya pada komunitas on-line.
·         Golongan miskin informasi dan minoritas. Akses sumber daya informasi juga terjadi ketidakseimbangan ditangan pemilik kekayaan dan komunitas yang mapan. Sehingga masih dipertanyakan apakah teknologi informasi ini akan menhilangkan jurang yang kaya dan miskin atau justru makin memperlebarnya, apalagi ditambah makin mahalnya software yang digunakan untuk mengakses informasi tersebut.untungnya beberapa alternatif seperti Open sounedapat digunakan untuk menurunkan biaya pengaksesan informasi.
·         Pentingnya individu. Organisasi besar menjadi impersonal, sebab biaya untuk menangani kasus khusus/ pribadi satu persatu menjadi makin tinggi. Individu yang frustasi mencoba mendapatkan penanganan pribadi akan melampiaskan kekesalanya pada organisasi, orang, ataupun teknologi yang membatasinya. Tetapi bila pemanfaatan teknologi informasi dapat dilakukan dengan tepat, maka individu dapat makin terasa dilayani secara personal, dengan kata lain pelayanan kasus-kasus, hal ini tampak misalnya pada personalisasi layanan e-commerce. Harga dan jenis layanan akan berbeda untuk tiap pelanggan.
·         Tingkat kompleksitas serta kecepatan yang sudah tidak dapat ditangani. Sistem yang dikembangkan dengan birokrasi komputer begitu komplek dan cepat berubah sehingga sangat sulit bagi individu untuk mengikuti dan membuat pilihan. Tingkat kompleksitas ini menjadi makin tinggi dan sulit ditangani, karena dengan makin tertutupnya sistem serta makin besarnya ukuran sistem ( sebagai contoh program MS Windows 2000 yang baru diluncurkan memiliki program sekitar 60 juta baris). Sehingga proses pengkajian demi kepentingan public banyak makin sulit dilakukan.
·         Makin rentannya organisasi. Suatu organisasi yang bergantung pada teknologi yang komplek cenderung akan menjadi lebih rentan. Ketika suatu kesalahan terjadi, maka dapat terpropagasi secara cepat dan dapat menghentikan kerja banyak orang, misalnya pada sistem pengendalian inventori yang berbasiskan komputer. Disini letak pengujian kualitas dan penanganan kerusakan pada tiap produk teknologi informasi menjadi lebih penting lagi. Jaminan dari vendor tidak dapat dijadikan pegangan begitu saja. Metode seperti Thir party Testing ataupun Zero Defect Developmentharuslah makin dimanfaatkan.


2.    Etika Penggunaan Teknologi Informasi

Pentingnya Etika Komputer

nmMenurut James Moore, Terdapat tiga alasan utama masyarakat yang tinggi pada etika komputer, yaitu kelenturan logika (logical malleability), faktor transformasi, dan faktor tak kasat mata (invisibility factory).
·               Kelenturan logika, yaitu kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang kita inginkan . Komputer akan bekerja seperti yang di ilustrasikan oleh programernya. Kelenturan inilah yang menakutkan masyarakat . Sebenarnya masyarakat tidak takut terhadap komputer, Tetapi takut terhadap orang – orang yang bekerja di belakang komputer tersebut, jika memprogram untuk berbuat jahat .
·               Faktor transformasi, yaitu komputer bisa mengubah secara drastic cara kita melakukan sesuatu. Contoh yang paling umum adalah bahwa kita bisa mengirimkan surat melalui fasilitas E-mail, yang bisa ampai tujuan dan dapat di buka atau di baca di manapun kita berada.
·               Faktor tidak kasat mata, yaitu semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan, yang membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, perhitungan yang rumit terlihat dan penyalah gunaan yang tidak tampak.

















KESIMPULAN
Hubungan etika dengan pemanfaatan sistem informasi sangat banyak berkaitan, baik itu dari segi positif maupun negatif.Hubungannya juga memberi andil yang baik bagi dunia sistem informasi khususnya TI dengan aturan-aturan yang telah dl buat semoga bisa menjadi catatan agar etika di sistem informasi tidak memberikan dampak buruk kepada pengguna atau penyedia informasi.Hubungan etika dengan sitem informasi itu memberikan gambaran perilaku manusiawi yang dimiliki oleh setiap manusia namun harus berdasarkan norma-norma yang sesuai dengan kemasyarakatannya. Akhirnya hubungan keduanya dapat menjadi tolak ukur untuk dapat menggunakan sistem informasi dengan cara yang mudah dan patut kepada aturan yang berlaku untuk kemudian hari dapat dimanfaatkan dengan baik dan bijak oleh generasi berikutnya.














DAFTAR PUSTAKA

Albanese, Jason & Wes S. 2004.Network Security Illustrated. McGraw-Hill.
Davis, Gordon B. 1974.Management Information system: ConseptualFoundation Structures, and Development, Internationalstudent Edition. Kogakusha:McGraw Hill
Davis, William S.1983.system analysis and design: A structured approach. Addison- Wesley publishing Company.
Denning, peter.1999. Computer Science: the Discipline, dalam Encyclopedia of Computer Scuence ed. A. Ralston dan D. Hemmendinger.
Direktorat Penelitian dan pengaturan Perbankan.Pedoman penerapan Manajemen Resiko pada aktivitas pelayanan jasa bank Melalui internet (Internet Banking).www.bi.go.id/biweb/uttama/peraturan/lamp_se-6-18-04-dpnp.pdfdiakses Januari 2005.
Englader, irv. 2003. The Architecture of computer Hardware and system software, An Information Tecnology Approach. Wiley.
Goldberg, David.2003. computer Arithmetic. USA: Elsevier Science.
Goolman, Dieter, 2003. Computer security.Wiley.
Hariyanto, Bambang.2004. Rekayasa Sistem Berorientasi Objek. Bandung: Informatika.
Jogiyanto, HM. 2003.Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi offset.
Kadir, Abdul. 2003. Pemrograman web Mencangkup: HTML, CSS, Javascrip & PHP.Yogyakarta: Andi offsite











Kamis, 21 Januari 2016


Pengertian komputer

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Kata komputer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Secara luas, Komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada. Adapun komponen komputer adalah meliputi : Layar Monitor, CPU, Keyboard, Mouse dan Printer (sbg pelengkap). Tanpa printer komputer tetap dapat melakukan tugasnya sebagai pengolah data, namun sebatas terlihat dilayar monitor belum dalam bentuk print out (kertas).
Dalam definisi seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang memproses informasi" atau "sistem pengolah informasi."
Saat ini, komputer sudah semakin canggih. Tetapi, sebelumnya komputer tidak sekecil, secanggih, sekeren dan seringan sekarang. Dalam sejarah komputer, ada 5 generasi dalam sejarah komputer.

Generasi komputer

Generasi pertama

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.
Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu memengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, Colossus bukan merupakan komputer serbaguna(general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.
Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvard-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.
Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengonsumsi daya sebesar 160 kW.
Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dan John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.
Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usaha membangun konsep desain komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur Von Neumann tersebut.
Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode biner yang berbeda yang disebut "bahasa mesin" (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dan silinder magnetik untuk penyimpanan data.

Generasi kedua

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat memengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.
Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.
Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memprosesinformasi keuangan.
Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karier baru bermunculan (programmer, analis sistem, dan ahli sistem komputer). Industr piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

Generasi ketiga

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) pada tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

Generasi keempat

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.
Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap piranti rumah tangga seperti microwave, oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection (EFI) dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit pada tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit pada tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena memopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga memopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat.
Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Jaringan komputer memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga Local Area Network atau LAN), atau [kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.

Generasi kelima

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001: Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.
Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi yang semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.